Padang Sidempuan - Mengapa Narkoba sangat sulit dibasmi di Padang Sidempuan, karena tingginya permintaan pasar (kecanduan), keuntungan finansial yang sangat besar bagi sindikat, dan letak geografis Indonesia yang luas sehingga mudah diselundupkan.
Adapun faktor ini diperparah oleh oknum aparat penegak hukum yang menyalahgunakan wewenang dan menjadi bekingan (pelindung) jaringan narkoba.Berikut adalah rincian mengenai perlindungan dari aparat dan kendala dalam pemberantasan narkoba.
Adanya Oknum Aparat Terlibat Penyalahgunaan Wewenang, Masih terdapat oknum di kepolisian, instansi terkait, atau lembaga pemasyarakatan yang memanfaatkan jabatannya untuk melindungi bandar dan melancarkan peredaran narkoba demi keuntungan finansial pribadi.
Menyadari hal ini, pemerintah melalui aparat penegak hukum yang berintegritas seharusnya terus melakukan pembersihan internal dengan menindak dan memproses hukum secara pidana maupun etik terhadap oknum-oknum yang terbukti membekingi jaringan narkoba.
Ini bukan hanya celotehan atau gosip saja, "adanya dugaan keterlibatan (Perlindungan) oleh oknum aparat hukum dalam peredaran narkoba di Kota Padang Sidempuan.
"Sebelumnya masyarakat Kota Padang Sidempuan telah melaporkan perihal peredaran narkoba", kepada Bapak Kabidhumas Poldasu, dari isi Chat Whatsapp tersebut terlihat poto kurang 6 (bulan) lalu, adanya pertemuan salah satu oknum aparat Kepolisian Polres Tapanuli Selatan Unit Resnarkoba inisial (SG) dengan salah satu bandar inisial
(PT) di salah satu Karaoke Bels Di Kota Padang Sidempuan, yang menimbulkan pertanyaan besar kepada Masyarakat.
Dirinya juga telah melaporkan serta menginformasikan kepada Bapak Kapolres Padang Sidempuan AKBP Wira Prayatna, S.H., S.I.K., M.H., tentang adanya anggota Polres Padang Sidempuan yang ikut berperan dalam perlindungan Narkoba, serta diduga menerima sejumlah uang setiap minggu dari para Bandar Narkoba sebesar 20-100 Juta Perminggu nya.
Adapun keresahan ditengah-tengah sudah menjadi momok menghantui, ini terlihat dari sejumlah Tokoh Masyarakat serta para Ulama kampung Darek, angkat bicara "dimana kekecewaan mereka terhadap Kepolisian Polres Padang Sidempuan", terlihat dalam musyawarah disalah satu Mesjid di Kampung Darek Tokoh agama menyampaikan mengapa setiap penangkapan selalu pemakai di tangkap, sedangkan bandarnya masih beraktivitas menjual Narkoba, ini menimbulkan tanda tanya besar pada Masyarakat.
Kami berharap kalau mau berantas sampai tuntas, jangan ada dugaan perlindungan kepada para Bandar Narkoba, "kami sudah resah dan tidak merasa nyaman tinggal dikampung sendiri" Banyak orang asing masuk ke kampung kami, ucapan ini di utarakan kepada Perwakilan Muspika Pemerintah Kota Padang Sidempuan dan Aparat Kepolisian yang hadir dalam Musyawarah tersebut.
