Notification

×

Suasana Kembali Kondusif, Perselisihan Penghuni Asrama Putra St. Yakobus Makassar Diselesaikan Secara Damai

Kamis, 22 Oktober 2026 | Oktober 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-22T05:49:40Z

MAKASSAR, 21 OKTOBER 2026 — Suasana di lingkungan Asrama Putra St. Yakobus Makassar kini kembali kondusif, setelah perselisihan yang terjadi antara dua penghuni asrama berhasil diselesaikan melalui jalur damai yang difasilitasi pihak yayasan. Meski demikian, muncul dinamika baru ketika orang tua salah satu pihak membuat laporan terpisah ke pihak berwenang, di tengah proses yang telah disepakati bersama.
 
Perselisihan melibatkan dua penghuni asrama yang berinisial D dan A. Pihak pengelola asrama menegaskan bahwa peristiwa ini murni terjadi di lingkungan asrama dan tidak berkaitan dengan aktivitas sekolah. Segera setelah kejadian diketahui, pihak yayasan mengambil langkah cepat dengan memberikan pembinaan dan pendampingan menyeluruh kepada kedua belah pihak guna meredakan ketegangan.
 
Puncak penyelesaian dilakukan pada hari Sabtu lalu, ketika Ketua Yayasan Asrama Putra St. Yakobus, P. Carolus Patampang, bersama jajaran pembina mempertemukan kedua belah pihak beserta orang tua mereka. Dalam pertemuan tersebut, tercapai kesepakatan damai di mana kedua siswa saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Atas kemauannya sendiri, penghuni berinisial D kemudian memilih untuk meninggalkan asrama. Pihak yayasan juga membuka layanan pendampingan psikologis bagi siapa saja yang membutuhkannya.
 
Namun langkah penyelesaian ini menjadi tidak sederhana ketika orang tua dari salah satu pihak membuat laporan terpisah ke pihak berwenang. Tindakan ini memunculkan persepsi seolah pihak asrama tidak melakukan penanganan apa pun, padahal proses mediasi, pemberian sanksi, pendampingan, dan kesepakatan damai telah dilakukan secara lengkap dan disepakati bersama oleh kedua keluarga. Hingga saat ini, pihak yayasan menyatakan belum menerima salinan resmi dari laporan yang dimaksud.
 
"Kami telah melakukan proses pembinaan, pendampingan, dan mediasi hingga kedua belah pihak beserta orang tuanya saling memaafkan. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berlarut-larut, demi kepentingan dan kenyamanan seluruh penghuni asrama," ungkap perwakilan yayasan.
 
Pihak yayasan menegaskan tetap terbuka untuk berkomunikasi secara baik dan transparan dengan semua pihak yang berkepentingan, dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak-anak yang menempati asrama. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak orang tua yang membuat laporan terkait alasan pengajuan laporan terpisah tersebut.(*)

TIM (RED)
 
×
Berita Terbaru Update