Notification

×

Demi Indonesia Emas 2045, KAKI Jatim Harap Presiden Prabowo Tidak Lindungi Kader Gerindra, KPK Didesak Tangkap Anwar Sadad DPR RI

Jumat, 10 April 2026 | April 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-10T01:29:54Z
UNGKAPINVESTIGASI.COM, JAKARTA - Moh Hosen Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur berharap Presiden Prabowo Subianto tidak melindungi Kader Gerindra Tersangka Anwar Sadat DPR RI yang diduga terlibat Korupsi Dana Hibah Jatim 2019-2022. Tidak lain demi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045. 

Hosen KAKI desak Ketua KPK Setyo Budiyanto segera tangkap Anwar Sadad DPR RI dalam perkembangan kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Provinsi Jawa Timur. Dalam artian, segera mengambil langkah tegas terhadap seluruh tersangka, termasuk pihak-pihak yang masih aktif menjabat," ujarnya, Jumat (10/04/2026). 

Ketua DPW KAKI Jatim, Moh Hosen, menilai lambannya proses penahanan dalam kasus ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

“Ketika seseorang sudah ditetapkan sebagai tersangka, seharusnya ada langkah lanjutan yang jelas. Jangan dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian. Ini menyangkut kepercayaan publik,” tegas Hosen.

Dalam perkara hibah Jatim, tercatat sebanyak 21 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan sisa 16 orang setelah 1 Tersangka Kusnadi meninggal dunia. Kemudian 4 orang sudah ditahan KPK karena telah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Sementara itu, belasan tersangka lainnya masih belum ditahan, termasuk nama-nama yang memiliki posisi strategis di pemerintahan dan legislatif. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar. Kenapa ada perbedaan perlakuan? Padahal status hukumnya sama,” ujar Hosen.

Sorotan terhadap Anwar Sadad menguat karena yang bersangkutan masih aktif sebagai anggota DPR RI. Selain itu, nama Moch Mahrus dan Achmad Iskandar juga ikut disorot karena masih menjalankan jabatan publik.

KAKI Jatim menilai kondisi ini berpotensi memunculkan konflik kepentingan sekaligus menurunkan kepercayaan masyarakat. Publik bisa melihat ini sebagai bentuk ketidaktegasan. Tersangka kok masih bebas beraktivitas, bahkan tetap menjabat,” katanya.

Hosen menegaskan bahwa KPK harus menunjukkan konsistensi dalam penegakan hukum tanpa pandang bulu. “Kami minta KPK tidak tebang pilih. Siapa pun yang sudah ditetapkan sebagai tersangka harus segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan hanya akan memunculkan spekulasi negatif di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk tekanan moral, KAKI Jatim bersama jaringan aktivis lainnya berencana mengirimkan somasi kepada KPK jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat. “Kami akan terus mengawal kasus ini,” tegas Hosen.

Di akhir pernyataannya, KAKI Jatim menilai kasus hibah Jawa Timur menjadi ujian penting bagi KPK dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik.

“KPK harus membuktikan bahwa mereka tetap menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi. Ketegasan dalam kasus ini sangat ditunggu masyarakat,” pungkasnya. (Kusnadi)

#Presiden Prabowo Subianto 
#Ketua KPK Setyo Budiyanto 
#Ketua Dewas KPK Gusrizal
×
Berita Terbaru Update