YOGYAKARTA — Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai Lomba Olahraga Tradisional (OlTrad) Antar-Kemantren se-Kota Yogyakarta Tahun 2026 yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Yogyakarta, Sabtu (26/9/2026), di Lapangan Rumput Kompleks Balai Kota Yogyakarta.
Kegiatan yang diikuti 14 kemantren se-Kota Yogyakarta tersebut berlangsung meriah. Para peserta tidak hanya beradu kecepatan dan kekompakan, tetapi juga membawa semangat kebersamaan serta upaya melestarikan olahraga tradisional di tengah masyarakat.
Ketua KORMI Kota Yogyakarta, Dra. Rr. Septi Sri Rejeki, dalam sambutan sekaligus saat membuka secara resmi perlombaan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari realisasi dana hibah KORMI Kota Yogyakarta dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Tahun 2026.
Menurutnya, olahraga tradisional menjadi salah satu sarana untuk menggerakkan masyarakat agar semakin aktif berolahraga sekaligus memperkuat interaksi dan kebersamaan antarkemantren.
“Lomba olahraga tradisional ini menjadi bagian dari upaya KORMI Kota Yogyakarta untuk menghidupkan kembali semangat permainan tradisional sekaligus membangun kebersamaan melalui aktivitas olahraga masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Lomba tahun ini mempertandingkan dua nomor, yakni lari karung beregu dan bakiak beregu. Masing-masing regu terdiri atas tiga pemain putra dan tiga pemain putri.
Suasana pertandingan berlangsung penuh semangat. Sorak-sorai para pendukung dari masing-masing kemantren membuat arena perlombaan semakin meriah. Kekompakan tim, kecepatan, keseimbangan, hingga strategi menjadi faktor penting untuk meraih kemenangan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri para Mantri Pamong Praja atau yang mewakili, jajaran pengurus KORMI, pegiat olahraga masyarakat se-Kota Yogyakarta serta para pendukung dari masing-masing kemantren.
Mergangsan Raih Juara Umum
Dari rangkaian pertandingan yang berlangsung, Kemantren Mergangsan tampil sebagai juara umum Lomba Olahraga Tradisional Antar-Kemantren se-Kota Yogyakarta Tahun 2026.
Untuk kategori Balap Karung Estafet, hasil tiga besar adalah:
Putri:
Mergangsan — nomor dada 135
Kotagede — nomor dada 114
Mantrijeron — nomor dada 131
Putra:
Mergangsan — nomor dada 013
Mergangsan — nomor dada 489
Wirobrajan — nomor dada 055
Sementara pada kategori Bakiak Tandem, hasil tiga besar:
Putri:
Gondokusuman — nomor dada 123
Pakualaman — nomor dada 129
Wirobrajan — nomor dada 124
Putra:
Mergangsan — nomor dada 013
Mantrijeron — nomor dada 022
Kotagede — nomor dada 012
Selain penghargaan prestasi, panitia juga memberikan dana pembinaan bagi para juara. Juara pertama memperoleh Rp1.250.000, juara kedua Rp1.000.000, dan juara ketiga Rp750.000.
Melalui kegiatan ini, KORMI Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong olahraga masyarakat yang bersifat rekreatif, inklusif, dan berbasis kebersamaan. Olahraga tradisional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi serta menjaga keberadaan permainan tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat.(KHS)
