MAKASSAR, Kamis - 06 Agustus 2026. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Rakyat Bersatu ( LSM – FRB ) Menyoroti maraknya organisasi Abal – Abal dan Oknum Wartawan yang membuat pemberitaan HOAKS, Kemudian oknum wartawan tersebut mengirimkan berita tersebut kepada pihak yang diberitakan secara HOAKS dan selanjutnya menawarkan penghapusan berita atau istilah “TAKE DOWN” apabila pihak yang diberitakan bersedia memenuhi jumlah nilai permintaan dari oknum wartawan tersebut. “ Sangat sungguh luar biasa model pemerasan ala mafia pers tahun 2026. Dan perilaku ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, Saya akan melaporkan semua perilaku oknum wartawan tersebut kepada DEWAN PERS untuk selanjutnya saya akan melakukan upaya langkah hukum dengan melaporkan oknum wartawan tersebut sebagai pelaku dugaan tindak pidana pencemaran nama baik atau pelanggaran terhadap undang – undang ITE. Dengan tujuan untuk memberikan efek jera bagi para oknum wartawan pemeras ataupun oknum ketua organisasi abal – Abal yang sering mengancam ingin melakukan aksi unjuk rasa atau DEMO ketika jumlah nilai permintaannya tidak terpenuhi. ” tutur saudara “ HENDRA SYAM, ST. selaku ketua umum LSM – FORUM RAKYAT BERSATU ”
Seperti pemberitaan salah satu media online “ TEROPONG VISUAL “ Yang memberitakan dengan judul “ USUT ” DUGAAN PENGGUNAAN LIMBAH AVTUR ”, Bahwa pertama saya perlu menyampaikan MEDIA salah satu penopang REFORMASI untuk berjalan sesuai tuntutan para aktivis tetapi MEDIA harus mengikuti syarat dan aturan dewan pers sebelum membuat berita seperti contohnya melakukan investigasi, klarifikasi dan didukung oleh bukti yang valid, Selain itu harus profesional mengerti dan memahami peraturan dan perundang undangan yang berlaku “ BAHWA LIMBAH AVTUR ITU BUKAN BAHAN BAKAR MINYAK YANG BERSUBSIDI sehingga tidak ada larangan terhadap limbah avtur tersebut. saya selaku ketua LSM – FORUM RAKYAT BERSATU ingin meluruskan persoalan ini oleh karena pengalaman saya ketika dulu pernah Menyoroti kegiatan tersebut. Bahwa ketika Pemilik Media atau Wartawan yang memberitakan tentang “ AVTUR “ secara tidak langsung itu sudah terjebak dalam kalimat sehingga dapat dikategorikan HOAKS oleh karena tidak ditemukan “ AVTUR “ didalam kegiatan penjualan oleh PT. CITRA JAYA MAKMUR SENTOSA dimana kemudian “ AVTUR “ adalah bukanlah bahan bakar minyak yang disubsidi oleh pemerintah dan “ AVTUR “ kita ketahui bersama bahwa hanyalah khusus sebagai bahan bakar untuk pesawat dimana sistem pendistribusiannya itu melalui pipanisasi dari PT. PERTAMINA dikirim melalui pipa dibawah tanah menuju ke wilayah Bandara yang ada di Sulawesi Selatan. “ Kata saudara DAENG ENDRA.
Saudara HENDRA SYAM, ST. Juga memberikan wejangan melalui media ini untuk tidak selalu membawa nama besar organisasi mahasiswa oleh karena Saya juga adalah mantan pengurus besar HMI pada tahun milenium atau sekitar tahun 2000. Dikenal istilah “ AMARAH atau tragedi April Berdarah. Pandangan saudara HENDRA untuk memberikan arahan kepada adik adik yuniornya untuk selalu profesionalisme sebagai aktivis oleh karenanya aktivis sejati hanya melakukan sorotan kepada pemerintah bukan kepada swasta dengan cara hanya untuk melakukan pemerasan secara halus.
