KEDIRI – Di tengah masih adanya kesenjangan akses pendidikan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Kautsar Kediri kembali membuka Seleksi/Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Program ini menjadi salah satu jalur strategis dalam memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
PKBM Al Kautsar hadir sebagai solusi alternatif dengan pendekatan yang lebih fleksibel, inklusif, dan adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat. Lembaga ini membuka program pendidikan kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).
Kepala PKBM Al Kautsar, Mamik Agustyani, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan akses atau kondisi ekonomi.
“Pendidikan adalah hak setiap warga negara. PKBM hadir untuk menjangkau mereka yang tidak terakomodasi di sekolah formal, baik karena faktor ekonomi, pekerjaan, maupun kondisi lainnya,” ujarnya, Selasa (Mei 2026).
Menurutnya, sistem pembelajaran di PKBM dirancang fleksibel agar dapat diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk pekerja, ibu rumah tangga, hingga remaja putus sekolah. Pendaftaran pun tidak dibatasi waktu tertentu, melainkan dibuka sepanjang tahun.
Model ini dinilai efektif dalam menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan partisipasi pendidikan masyarakat, khususnya di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Selain fleksibilitas, PKBM Al Kautsar juga menegaskan komitmennya terhadap kualitas pendidikan. Proses pembelajaran mengacu pada standar nasional, dan lulusan tetap memperoleh ijazah yang diakui secara hukum setara dengan pendidikan formal.
Pembukaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan, sekaligus memperkuat peran pendidikan nonformal dalam sistem pendidikan nasional.
Pendaftaran dapat dilakukan langsung di PKBM Al Kautsar Kediri, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.
(Indrawan)
