Notification

×

Bukan Sekadar APBD, Ketua KKSS Bandung Tekan Pentingnya Investasi Terukur Demi Lapangan Kerja Sulsel

Selasa, 31 Maret 2026 | Maret 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-31T00:08:16Z
UNGKAPINVESTIGASI.COM, MAKASSAR – Ketua Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD-KKSS) Kota Bandung, Ir. H. F. Ermaula Aseseang, MT, IAP, menyoroti tantangan ketenagakerjaan di Sulawesi Selatan. Ia mengungkapkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah tersebut menyentuh angka 4,45 persen per November 2025, sebuah data yang dipaparkannya usai mengikuti Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro Makassar, 25–27 Maret 2026.

Pakar perencanaan wilayah lulusan Teknik Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menegaskan bahwa ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak akan cukup untuk menuntaskan problem pengangguran. Menurutnya, perlu ada ekspansi penciptaan lapangan kerja secara masif hingga ke level kabupaten dan kota dengan melibatkan sektor swasta serta investasi asing maupun domestik.

"Penciptaan lapangan kerja akan stagnan jika kita hanya bertumpu pada kapasitas APBD. Inilah saatnya menggerakkan instrumen investasi, dunia usaha, serta inisiatif kolektif dari masyarakat sendiri," ujar pria yang akrab disapa Levi ini saat berdiskusi dengan awak media di Virendy Cafe, Jl. Lanto Dg. Pasewang No.14 Makassar, Senin (30/3/2026) petang.

Ermaula menekankan bahwa pemerintah daerah memegang kendali strategis sebagai katalisator masuknya modal. Namun, ia mewanti-wanti agar investasi yang masuk harus dirancang secara tematik dan terintegrasi, bukan sekadar sporadis, agar mampu menciptakan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Lebih lanjut, ia melihat adanya kesenjangan yang kontras antara kekayaan sumber daya alam daerah dengan tingkat pendapatan per kapita masyarakatnya. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa potensi besar yang dimiliki Sulawesi Selatan selama ini memang belum dikelola secara optimal dan maksimal.

"Kita diberkahi potensi yang luar biasa, namun manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan rakyat. Di sinilah peran krusial para pakar, investor, dan saudagar untuk berkolaborasi mengambil langkah nyata," tegasnya.

Sosok yang juga dikenal sebagai ahli perencanaan kota ini menawarkan konsep pengembangan wilayah berbasis hilirisasi sebagai solusi. Ia memaparkan bahwa daerah hinterland atau penyangga harus terkoneksi secara fungsional dengan kota-kota besar dalam satu rantai produksi yang saling menghidupi.

"Integrasi antara kota besar, kota menengah, hingga wilayah pelosok harus menjadi satu kesatuan sistem. Itulah inti dari konsep hilirisasi yang ideal untuk memajukan daerah," jelas Ermaula.

Ia mengambil contoh kesuksesan Kota Bandung yang bertransformasi menjadi pusat inovasi berkat dukungan institusi pendidikan ternama seperti ITB dan Unpad. Model sinergi antara keahlian teknologi dan potensi wilayah tersebut dinilainya sangat relevan untuk diadaptasi di Sulawesi Selatan.

Langkah konkret yang ia usulkan dimulai dengan pemetaan komprehensif terhadap keunggulan lokal, yang kemudian dikonversi menjadi aktivitas produksi yang terpadu dari hulu ke hilir.

"Apabila ekosistem produksi ini berjalan, maka secara natural lapangan pekerjaan akan terbuka lebar dan taraf kesejahteraan masyarakat pun akan terkerek naik," imbuhnya.

Ia juga memberikan catatan kritis pada sektor perkebunan kelapa yang hingga kini masih terjebak pada pola ekspor bahan mentah. Ermaula mendorong agar struktur industri diperpanjang sehingga mampu menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi.

"Mengekspor kelapa bulat itu nilainya minim. Namun, jika kita mampu mengolahnya menjadi produk jadi seperti bubuk kelapa atau turunan lainnya, nilai tambahnya akan berlipat ganda," urainya dengan detail.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jaringan saudagar KKSS di tanah air untuk mulai menyinergikan aspek teknologi dan investasi dengan sektor agrikultur guna membangun ekosistem ekonomi yang tangguh.

Ia menambahkan, KKSS Bandung membawa warna tersendiri dalam memberikan kontribusi bagi daerah, yakni dengan tidak hanya mengandalkan sumber daya fisik, melainkan memperkuat aspek teknologi dan jaringan birokrasi di tingkat kementerian.

"Visi kami adalah mengawinkan kemajuan teknologi dan kekuatan jaringan pusat dengan kekayaan potensi yang ada di daerah," kata Ketua BPD KKSS Bandung tersebut.

Sebagai ilustrasi, ia menyebut Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memiliki modal kekayaan alam yang melimpah, namun masih membutuhkan sentuhan manajemen yang lebih sistematis agar bisa meledak potensinya.

"Jika antara potensi lokal, keahlian teknologi, dan kebijakan pemerintah dapat berjalan beriringan, saya optimis Pangkep akan menjadi motor penggerak ekonomi yang pesat," tuturnya.

Menutup perbincangan, Ermaula mengingatkan para kepala daerah untuk menyediakan peta jalan investasi yang transparan dan terukur sebagai bagian dari strategi besar pembangunan wilayah.

"Pemerintah daerah wajib memiliki roadmap investasi yang tajam dan terarah. Dokumen itulah yang akan menjadi 'daya tawar' utama saat kita mempromosikan potensi daerah ke level nasional maupun global," pungkasnya.

BIODATA
A. DATA PRIBADI
- Nama Lengkap : Ir. F. Ermaula Aseseang, MT, IAP
Profesi : Ahli Perencanaan Kota dan Pengembangan Daerah
- Jenis Kelamin : Pria
- Tempat/Tanggal Lahir : Makassar, 10 Desember 1962
- Agama : Islam
- Hobi : Running, Geotrekking, Badminton, Sketching, Fotografi

B. PENDIDIKAN FORMAL

* TK Bhayangkari, Makassar (Lulus 1968)
* SD Cilandak III Pagi, Jakarta (Lulus 1974)
* SMPK Frater, Ujung Pandang (Lulus 1977)
* SMAK Rajawali, Makassar, dan SMAK St. Aloysius, Bandung (Lulus 1981)
* Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Planologi
     - Sarjana Muda (Lulus 1984)
     - Sarjana (Lulus 1993)
     - Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota ITB (Lulus 2000)

C. KEANGGOTAAN PROFESI
* Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP), sejak 2 Desember 1992
* Asia Pacific Urban Designers (APUD), sejak 12 Januari 2020

D. PENGALAMAN ORGANISASI
* 1985: Ketua Tim KKN Mahasiswa ITB di Kabupaten Indramayu
* 1989–1991 : Ketua Perguruan Seni Beladiri Pernafasan Satria Nusantara Bandung
* 1996–1998 : Ketua Koperasi Karyawan Teknoplan Nusantara (Kosetara)
* 1997–1999 : Wakil Ketua Asosiasi Konsultan Pembangunan Permukiman Indonesia (AKPPI)
* 2005–2009 : Wakil Ketua DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Jawa Barat
* 2006–2013 : Ketua Umum DPD Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Jawa Barat
* 2009–2012 : Ketua Badan Strategis Pengembangan INKINDO Jawa Barat
* 2013–sekarang : Pembina Komunitas Bandung Sketchwalk
* 2019–2021 : Wakil Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Bandung
* 2020–2022 : Ketua LSP Satria Nusantara Daerah Jawa Barat
* 2021–2025 : Ketua Dewan Pakar Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat (KORMI) Jawa Barat
* 2022–2025 : Sekretaris BPD KKSS Kota Bandung
* 2022–sekarang : Ketua Dewan Pengarah IA-ITB Komisariat Komunitas Lintas Alam Alumni ITB
* 2022–sekarang : Wakil Ketua Dewan Pengurus Nasional Satria Nusantara
* 2025–sekarang : Ketua BPD Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bandung

E. PENGALAMAN MANAJEMEN PERUSAHAAN
* 2007–2012 : Direktur Utama PT. Teknoplan Nusantara Consultant
* 2012–2022 : Founder & Principal URDev Networking+ Advisory Consulting
* 2022–sekarang : Founder & COO PT. Ripta Jagabhumi Nusantara

F. PENGALAMAN ADVISORY
Selain sebagai konsultan profesional, aktif mengikuti seminar dan pelatihan, serta menjadi narasumber, dosen tamu, dan expert-advisor di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota pada berbagai instansi, antara lain : Kementerian ATR/BPN, Kementerian PUPR, Bappenas, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Investasi/BKPM, Otorita IKN, serta berbagai pemerintah daerah dan perusahaan swasta nasional.

G. PENGALAMAN PROYEK
Sejak 1985 aktif sebagai konsultan profesional di bidang Urban & Regional Planning dan telah terlibat dalam sekitar 160 proyek perencanaan tata ruang wilayah dan kota serta layanan eco-development yang tersebar di seluruh Indonesia.

H. PENGHARGAAN
* 1974: Lulusan Terbaik Kedua SD Cilandak III Pagi, Jakarta Selatan
* 1976 : Juara II Lomba Sepatu Roda se-Sulawesi Selatan
* 1977 : Lulusan Terbaik SMP Frater Ujungpandang
* 1978 : Juara I Lomba Cerdas Tangkas TVRI Ujungpandang Tingkat SLTA se-Sulsel
* 1984 : Lulusan Terbaik Sarjana Muda Teknik Planologi ITB
* 2000 : Pembina Terbaik Olahraga Pernafasan Satria Nusantara
* 2014 : Sketsa Terbaik Event Bandung Sketchwalk
* 2017 : Olahragawan Berprestasi Cabang Olahraga Rekreasi Masyarakat Jawa Barat
* 2019 : Finalis Sayembara Desain Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta
* 2022 : Juara II Kompetisi Kawasan Pesisir Sayung Terintegrasi dan Berkelanjutan, Provinsi Jawa Tengah. (*)
×
Berita Terbaru Update