Ungkapinvestigasi.com MEDAN — Perjudian toto gelap (togel) merek “Aseng Kayu” disebut bukan lagi aktivitas sembunyi-sembunyi. Ia diduga menjelma menjadi jaringan terstruktur yang beroperasi di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara. Praktiknya disebut masif, rapi, dan nyaris tanpa hambatan, Jumat (13/2/2026).
Angka yang beredar bikin publik terperangah. Sumber di lapangan menyebut perputaran uang di tiap kabupaten bisa mendekati Rp10 miliar per hari. Untuk wilayah seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Kota Medan, totalnya diklaim menembus Rp30 miliar per hari. Jika klaim ini akurat, ini bukan lagi perjudian kelas kecil ini dugaan industri ilegal berskala besar.
Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, praktik ini disebut menggerogoti masyarakat kecil. Uang belanja rumah tangga tersedot, utang menumpuk, konflik keluarga meningkat. Judi bukan sekadar angka ia berdampak sosial dan ekonomi yang nyata.
Tokoh agama dan tokoh masyarakat mendesak Polda Sumatera Utara segera bertindak tegas. Mereka menilai penegakan hukum tak boleh berhenti pada razia simbolik, tetapi harus menyasar jaringan dan aktor utama.
Iwan Bancin SH MH, Ketua Dewan Penasehat LSM Pembela Keadilan Rakyat (PKR), menyatakan pihaknya telah melakukan investigasi langsung di lapangan. Ia menyebut praktik 303 togel “Aseng Kayu” ditemukan aktif di sejumlah titik dan berjalan konsisten.
Dalam keterangannya kepada Humas LBH Wartawan, Iwan Bancin menegaskan praktik ini sudah masuk kategori darurat sosial.
“Kami meminta aparat penegak hukum tidak menutup mata. Jika benar perputaran uangnya mencapai puluhan miliar per hari, maka ini kejahatan terorganisir yang harus dibongkar sampai ke akar. Jangan hanya pemain kecil yang diproses, aktor utama dan jaringan di belakangnya juga harus diungkap secara transparan,” tegasnya.
Ia secara khusus mendesak jajaran Polrestabes Medan, Polres Deli Serdang, dan Polres Serdang Bedagai untuk tidak ragu melakukan penindakan menyeluruh. Menurutnya, jika praktik sebesar ini tetap berjalan, publik berhak mempertanyakan efektivitas pengawasan.
PKR juga menyatakan siap menggelar aksi massa ke Polda Sumatera Utara apabila tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat. Mereka menilai Sumatera Utara tidak boleh menjadi ruang aman bagi praktik perjudian.
Kini sorotan tertuju pada aparat penegak hukum. Jika benar omzetnya mencapai puluhan miliar per hari, maka ini dugaan kejahatan ekonomi terorganisir yang merusak sendi masyarakat. Publik menunggu pembuktian: bongkar jaringannya, proses sesuai hukum, dan pastikan tidak ada yang kebal di hadapan aturan.
