WITA – Sebuah insiden yang berpotensi berkembang menjadi konflik besar antara dua kelompok pemuda hampir terjadi di Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, pada malam hari ini. Peristiwa tersebut dipicu oleh tindakan melempar petasan yang dilakukan oleh salah satu kelompok, membuat suasana tegang dan bahkan melibatkan orang tua dari kedua pihak.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa sejumlah pemuda dari kawasan sekitar Jalan Veteran Selatan melemparkan beberapa petasan menuju lorong pemukiman di sisi lain Jalan Rappocini Raya. Warga dan pemuda di lorong tersebut merasa terganggu, mengingat sudah beberapa kali mengalami hal serupa dan pada kesempatan ini petasan hampir mengenai beberapa warga yang sedang berada di depan lorong.
Dalam waktu singkat, suasana memanas dengan kedua kelompok pemuda mulai berkumpul, saling mengeluarkan kata-kata tidak menyenangkan, serta mengancam akan melakukan serangan balik. Kondisi menjadi lebih kompleks ketika orang tua sebagian pemuda datang ke lokasi – sebagian merasa khawatir akan keselamatan anaknya, sementara yang lain menginginkan klarifikasi dan pertanggungjawaban.
Sebelum berkembang menjadi bentrokan fisik, tim gabungan pihak terkait segera turun tangan. Hadir langsung di lokasi adalah Camat Mamajang Andi Irdan, Kapolsek Mamajang beserta jajarannya, Pelda Syamsuddin Babinsa Kelurahan Maricaya Baru, dan Ketua RW 03 RT 01 Kelurahan Maricaya Baru. Kapolres Mamajang, Polsek Kerung Kerung, serta Kapolrestabes Makassar juga turut mendatangi lokasi bersama jajarannya.
Tim gabungan melakukan langkah penanganan dengan memisahkan kedua kelompok, melakukan penyelidikan awal, dan memberikan pemahaman tentang dampak buruk konflik. Kapolsek Mamajang menyampaikan bahwa melempar petasan sembarangan bukan hanya dapat menyebabkan konflik, namun juga merupakan pelanggaran peraturan dan membahayakan keselamatan masyarakat.
"Kita semua adalah saudara yang tinggal berdampingan di satu kawasan. Tidak boleh ada tindakan yang dapat merusak persahabatan dan kedamaian yang telah terjalin selama ini. Petasan seharusnya digunakan sebagai bagian dari perayaan yang positif, bukan untuk membuat orang lain merasa terganggu atau terancam," ujar Camat Mamajang Andi Irdan.
Setelah serangkaian pembicaraan, suasana menjadi kondusif dan tidak ada korban jatuh. Kedua kelompok pemuda juga saling meminta maaf dan menyepakati tidak akan mengulang tindakan yang dapat menimbulkan konflik.
Ketua LPM Kelurahan Maricaya Baru yang turut membantu proses pendamaian mengajak warga kembali ke rumah dan menjaga kedamaian. Pihak LPM akan melakukan pemantauan lebih lanjut serta mengadakan pertemuan untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya keharmonisan.
Sementara itu, pihak Polsek Mamajang dan Polsek Kerung Kerung masih dalam proses menyelidiki penyebab serta arah petasan tersebut, mengingat kedua kelompok saling menuding satu sama lain.
Arifin Sulsel
Redaksi : Sorotanpublic.com

